Jangan Asal Kasih Multivitamin Untuk Anak Susah Makan

 

“Dokter, anak saya kok kurus ya. Tidak seperti teman-temannya. Kasih multivitamin dong, Dokter, biar berat badannya tambah,” kata seorang ibu kepada dokter anak langganannya. Anda pernah begitu? Betulkah multivitamin jadi jawaban bagi persoalan balita kurus?

Memang, tubuh manusia membutuhkan vitamin dan mineral untuk kelancaran fungsi organ tubuh. Jumlah yang dibutuhkan pun relatif kecil, tapi butuh rutin. Masalahnya, tubuh tidak memproduksi sendiri sebagian besar vitamin dan mineral yang dibutuhkan. Hanya Vitamin K yang diproduksi di dalam tubuh, oleh bakteri dalam usus. Jadi, mau tidak mau, manusia harus makan makanan yang mengandung vitamin dan mineral, sesuai kebutuhan. Nah, kalau balita tidak mau makan, dia tidak akan mendapatkan vitamin dan mineral sesuai kebutuhan.

Tapi hati-hati, pemberian suplemen vitamin dan mineral pun tidak lantas menjadi solusi, loh. Kenapa?

Makanan mengandung nutrisi utama, vitamin dan zat-zat lain dalam satu kesatuan. Misalnya Jeruk tidak hanya mengandung vitamin C tapi juga memiliki kalsium, asam folat dan serat. Kalau balita tidak suka makan jeruk, maka ia akan kehilangan sumber vitamin C, kalsium, asam folat dan serat. Sehingga, asupan suplemen vitamin C saja menjadi tidak tepat. Hanya karena balita tidak suka makan jeruk, bukan berarti ia harus menengak vitamin C setiap hari. Bisa bahaya! Kenapa? Sebab vitamin C (seperti hal nya vitamin B) larut dalam air dan dibuang melalui urin. Artinya, ginjal balita akan bekerja ekstra keras membuang kelebihan vitamin C. Tentu saja ini buruk dalam jangka panjang. Jadi sebaiknya, berusahalah lebih keras untuk memperluas selera anak.

Ketimbang membeli beragam suplemen vitamin, lebih baik orang tua mengupayakan ragam menu makanan yang tersaji menarik minat makan si kecil. Suplemen vitamin dibutuhkan jika balita sedang dalam masa pemulihan setelah sakit dan atas supervisi dokter. Jangan asal memberi vitamin. Siapa tahu Anda membelikan vitamin C padahal anak butuh vitamin D? Kelebihan vitamin akan membuat ginjal bekerja lebih keras atau menjadi racun dalam tubuh. Sama-sama tak enak, kan?

 

 



Speak Your Mind

*